<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Solusi yang cuma satu</title>
	<atom:link href="http://satusolusi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://satusolusi.wordpress.com</link>
	<description>selalu dengan solusi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Aug 2010 16:27:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='satusolusi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/f19957308384a13082fb4046eb873268?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Solusi yang cuma satu</title>
		<link>http://satusolusi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://satusolusi.wordpress.com/osd.xml" title="Solusi yang cuma satu" />
	<atom:link rel='hub' href='http://satusolusi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Jenis-Jenis Pendakian / Perjalanan</title>
		<link>http://satusolusi.wordpress.com/2010/08/25/jenis-jenis-pendakian-perjalanan/</link>
		<comments>http://satusolusi.wordpress.com/2010/08/25/jenis-jenis-pendakian-perjalanan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 16:27:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>satusolusi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[gunung]]></category>
		<category><![CDATA[pendakian]]></category>
		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satusolusi.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Olah raga mendaki gunung sebenarnya mempunyai tingkat dan kualifikasinya. Seperti yang sering kita kenal dengan istilah mountaineering atau istilah serupa lainnya. Menurut bentuk dan jenis medan yang dihadapi, mountaineering dapat dibagi sebagai berikut : 1. Hill Walking / Feel Walking * Perjalanan mendaki bukit-bukit yang relatif landai. Tidak membutuhkan peralatan teknis pendakian. Perjalanan ini dapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satusolusi.wordpress.com&amp;blog=13053284&amp;post=53&amp;subd=satusolusi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Olah raga mendaki gunung sebenarnya mempunyai tingkat dan kualifikasinya. Seperti yang sering kita kenal dengan istilah mountaineering atau istilah serupa lainnya.<br />
Menurut bentuk dan jenis medan yang dihadapi, mountaineering dapat dibagi sebagai berikut :</p>
<blockquote><p>
1. Hill Walking / Feel Walking</p>
<p>    * Perjalanan mendaki bukit-bukit yang relatif landai. Tidak membutuhkan peralatan teknis pendakian. Perjalanan ini dapat memakan waktu sampai beberapa hari. Contohnya perjalanan ke Gunung Gede atau Ceremai.</p>
<p>2. Scarmbling</p>
<p>    * Pendakian setahap demi setahap pada suatu permukaan yang tidak begitu terjal. Tangan kadang-kadang dipergunakan hanya untuk keseimbangan. Contohnya : pendakian di sekitar puncak Gunung Gede Jalur Cibodas.</p>
<p>3. Climbing</p>
<p>    * Dikenal sebagai suatu perjalanan pendek, yang umumnya tidak memakan waktu lebih dari 1 hari,hanya rekreasi ataupun beberapa pendakian gunung yang praktis. Kegiatan pendakian yang membutuhkan penguasaan teknik mendaki dan penguasaan pemakaian peralatan. Bentuk climbing ada 2 amcam. :</p>
<p>      a. Rock Climbing<br />
      &#8211; pendakian pada tebing-tebing batau atau dinding karang. Jenis pendakian ini yang umumnya ada di daerah tropis.<br />
      b. Snow and Ice Climbing<br />
      &#8211; Pendakian pada es dan salju. Pada pendakian ini, peralatan-peralatan khusus sangat diperlukan, seperti ice axe, ice screw, crampton, dll.</p>
<p>Teknik Dasar Pendakian / Rock Climbing</p>
<p>Teknik Mendaki</p>
<p>1. Face Climbing<br />
Yaitu memanjat pada permukaan tebing dimana masih terdapat tonjolan atau rongga yang memadai sebagai pijakan kaki maupun pegangan tangan. Para pendaki pemula biasanya mempunytai kecenderungan untuk mempercayakan sebagian berat badannya pada pegangan tangan, dan menempatkan badanya rapat ke tebing. Ini adalah kebiasaan yang salah. Tangan manusia tidak bias digunakan untuk mempertahankan berat badan dibandingkan kaki, sehingga beban yang diberikan pada tangan akan cepat melelahkan untuk mempertahankan keseimbangan badan. Kecenderungan merapatkan berat badan ke tebing dapat mengakibatkan timbulnya momen gaya pada tumpuan kaki. Hal ini memberikan peluang untuk tergelincir.Konsentrasi berat di atas bidang yang sempit (tumpuan kaki) akan memberikan gaya gesekan dan kestabilan yang lebih baik.</p>
<p>2. Friction / Slab Climbing<br />
Teknik ini semata-mata hanya mengandalkan gaya gesekan sebagai gaya penumpu. Ini dilakukan pada permukaan tebing yang tidak terlalu vertical, kekasaran permukaan cukup untuk menghasilkan gaya gesekan. Gaya gesekan terbesar diperoleh dengan membebani bidang gesek dengan bidang normal sebesar mungkin. Sol sepatu yang baik dan pembebanan maksimal diatas kaki akan memberikan gaya gesek yang baik.</p>
<p>3. Fissure Climbing<br />
Teknik ini memanfaatkan celah yang dipergunakan oleh anggota badan yang seolah-olah berfungsi sebagai pasak. Dengan cara demikian, dan beberapa pengembangan, dikenal teknik-teknik berikut.</p>
<p>    * Jamming, teknik memanjat dengan memanfaatkan celah yang tidak begitu besar. Jari-jari tangan, kaki, atau tangan dapat dimasukkan/diselipkan pada celah sehingga seolah-olah menyerupai pasak.<br />
    * Chimneying, teknik memanjat celah vertical yang cukup lebar (chomney). Badan masuk diantara celah, dan punggung di salah satu sisi tebing. Sebelah kaki menempel pada sisi tebing depan, dan sebelah lagi menempel ke belakang. Kedua tangan diletakkan menempel pula. Kedua tangan membantu mendororng keatas bersamaan dengan kedua kaki yang mendorong dan menahan berat badan.<br />
    * Bridging, teknik memanjat pada celah vertical yang cukup besar (gullies). Caranya dengan menggunakan kedua tangan dan kaki sebagai pegangan pada kedua celah tersebut. Posisi badan mengangkang, kaki sebagai tumpuan dibantu oleh tangan yang juga berfungsi sebagai penjaga keseimbangan.<br />
    * Lay Back, teknik memanjat pada celah vertical dengan menggunakan tangan dan kaki. Pada teknik ini jari tangan mengait tepi celah tersebut dengan punggung miring sedemikian rupa untuk menenpatkan kedua kaki pada tepi celah yang berlawanan. Tangan menarik kebelakang dan kaki mendorong kedepan dan kemudian bergerak naik ke atas silih berganti.</p>
<p>Pembagian Pendakian Berdasarkan Pemakaian Alat</p>
<p>Free Climbing<br />
Sesuai dengan namanya, pada free climbing alat pengaman yang paling baik adalah diri sendiri. Namun keselamatan diri dapat ditingkatkan dengan adanya keterampilan yang diperoleh dari latihan yang baik dan mengikuti prosedur yang benar. Pada free climbing, peralatan berfungsi hanya sebagai pengaman bila jatuh. Dalam pelaksanaanya ia bergerak sambil memasang, jadi walaupun tanpa alat-alat tersebut ia masih mampu bergerak atau melanjutkan pendakian. Dalam pendakian tipe ini seorang pendaki diamankan oleh belayer.</p>
<p>Free Soloing<br />
Merupakan bagian dari free climbing, tetapi sipendaki benar-benar melakukan dengan segala resiko yang siap dihadapinya sendiri.Dalam pergerakannya ia tidak memerlukan peralatan pengaman. Untuk melakukan free soloing climbing, seorang pendaki harus benar-benar mengetahui segala bentuk rintangan atau pergerakan pada rute yang dilalui. Bahkan kadang-kadang ia harus menghapalkan dahulu segala gerakan, baik itu tumpuan ataupun pegangan, sehingga biasanya orang akan melakukan free soloing climbing bila ia sudah pernah mendaki pada lintasan yang sama. Resiko yang dihadapi pendaki tipe ini sangat fatal sekali, sehingga hanya orang yang mampu dan benar-benar professional yang akan melakukannya.</p>
<p>Atrificial Climbing<br />
Pemanjatan tebing dengan bantuan peralatan tambahan, seperti paku tebing, bor, stirrup, dll. Peralatan tersebut harus digunakan karena dalam pendakian sering sekali dihadapi medan yang kurang atau tidak sama sekali memberikan tumpuan atau peluang gerak yang memadai.</p>
<p>System Pendakian</p>
<p>1. Himalaya Sytle<br />
Sistem pendakian yang biasanya dengan rute yang panjang sehingga untuk mencapai sasaran (puncak) diperlukan waktu yang lama. Sistem ini berkembang pada pendakian-pendakian ke Pegunungan Himalaya. Pendakian tipe ini biasanya terdiri atas beberapa kelompok dan tempat-tempat peristirahatan (base camp, fly camp). Sehingga dengan berhasilnya satu orang dari seluruh team, berarti pendakian itu sudah berhasil untuk seluruh team.</p>
<p>2. Alpine Style<br />
Sistem ini banyak dikembangkan di pegunungan Eropa. Pendakian ini mempunyai tujuan bahwa semua pendaki harus sampai di puncak dan baru pendakian dianggap berhasil. Sistem pendakian ini umumnya lebih cepat karena para pendaki tidak perlu lagi kembali ke base camp (bila kemalaman bias membuat fly camp baru, dan esoknya dilanjutkan kembali).</p>
<p>Teknik Turun / Rappeling</p>
<p>Teknik ini digunakan untuk menuruni tebing. Dikategorikan sebagai teknik yang sepeuhnya bergantung dari peralatan. Prinsip rappelling adalah sebagai berikut :</p>
<p>   1. Menggunakan tali rappel sebagai jalur lintasan dan tempat bergantung.<br />
   2. Menggunakan gaya berat badan dan gaya tolak kaki pada tebing sebagai pendorong gerak turun.<br />
   3. Menggunakan salah satu tangan untuk keseimbangan dan tangan lainnya untuk mengatur kecepatan.</p>
<p>Macam-macam dan Variasi Teknik Rappeling</p>
<p>1. Body Rappel</p>
<p>Menggunakan peralatan tali saja, yang dibelitkan sedemikian rupa pada badan. Pada teknik ini terjadi gesekan antara badan dengan tali sehingga bagian badan yang terkena gesekan akan terasa panas.</p>
<p>2. Brakebar Rappe</p>
<p>Menggunakan sling/tali tubuh, carabiner, tali, dan brakebar. Modifikasi lain dari brakebar adalah descender (figure of 8). Pemakaiannya hampir serupa, dimana gaya gesek diberikan pada descender atau brakebar.</p>
<p>3. Sling Rappel</p>
<p>Menggunakan sling/tali tubuh, carabiner, dan tali. Cara ini paling banyak dilakukan karena tidak memerlukan peralatan lain, dan dirasakan cukup aman. Jenis simpul yang digunakan adalah jenis Italian hitch.</p>
<p>4. Arm Rappel / Hesti</p>
<p>Menggunakan tali yang dibelitkan pada kedua tangan melewati bagian belakang badan. Dipergunakan untuk tebing yang tidak terlalu curam.</p>
<p>Dalam rapelling, usahakan posisi badan selalu tegak lurus pada tebing, dan jangan terlalu cepat turun. Usahakan mengurangi sesedikit mungkin benturan badan pada tebing dan gesekan antara tubuh dengan tali. Sebelum memulai turun, hendaknya :</p>
<p>   1. Periksa dahulu anchornya.<br />
   2. Pastikan bahwa tidak ada simpul pada tali yang dipergunakan.<br />
   3. Sebelum sampai ke tepi tebing hendaknya tali sudah terpasang dan pastikan bahwa tali sampai ke bawah (ke tanah).<br />
   4. Usahakan melakukan pengamatan sewaktu turun, ke atas dan ke bawah, sehingga apabila ada batu atau tanah jatuh kita dapat menghindarkannya, selain itu juga dapat melihat lintasan yang ada.<br />
   5. Pastikan bahwa pakaian tidak akan tersangkut carabiner atau peralatan lainnya.</p>
<p>Peralatan Pendakian</p>
<p>1. Tali Pendakian</p>
<p>Fungsi utamanya dalam pendakian adalah sebagai pengaman apabila jatuh.Dianjurkan jenis-jenis tali yang dipakai hendaknya yang telah diuji oleh UIAA, suatu badan yang menguji kekuatan peralatan-peralatan pendakian. Panjang tali dalam pendakian dianjurkan sekitar 50 meter, yang memungkinkan leader dan belayer masih dapat berkomunikasi. Umumnya diameter tali yang dipakai adalah 10-11 mm, tapi sekarang ada yang berkekuatan sama, yang berdiameter 9.8 mm.<br />
Ada dua macam tali pendakian yaitu :</p>
<p>    * Static Rope, tali pendakian yang kelentirannya mencapai 2-5 % fari berat maksimum yang diberikan. Sifatnya kaku, umumnya berwarna putih atau hijau. Tali static digunakan untuk rappelling.<br />
    * Dynamic Rope, tali pendakian yang kelenturannya mencapai 5-15 % dari berat maksimum yang diberikan. Sifatnya lentur dan fleksibel. Biasanya berwarna mencolok (merah, jingga, ungu).</p>
<p>2. Carabiner</p>
<p>Adalah sebuah cincin yang berbentuk oval atau huruf D, dan mempunyai gate yang berfungsi seperni peniti. Ada 2 jenis carabiner :</p>
<p>    * Carabiner Screw Gate (menggunakan kunci pengaman).<br />
    * Carabiner Non Screw Gate (tanpa kunci pengaman)</p>
<p>3. Sling</p>
<p>Sling biasanya dibuat dari tabular webbing, terdiri dari beberapa tipe. Fungsi sling antara lain :<br />
- sebagai penghubung<br />
- membuat natural point, dengan memanfaatkan pohon atau lubang di tebing.<br />
- Mengurangi gaya gesek / memperpanjang point<br />
- Mengurangi gerakan (yang menambah beban) pada chock atau piton yang terpasang.</p>
<p>4. Descender</p>
<p>Sebuah alat berbentuk angka delapan. Fungsinya sebagai pembantu menahan gesekan, sehingga dapat membantu pengereman. Biasa digunakan untuk membelay atau rappelling.</p>
<p>5. Ascender</p>
<p>Berbentuk semacam catut yang dapat menggigit apabila diberi beban dan membuka bila dinaikkan. Fungsi utamanya sebagai alat Bantu untuk naik pada tali.</p>
<p>6. Harnes / Tali Tubuh</p>
<p>Alat pengaman yang dapat menahan atau mengikat badan. Ada dua jenis hernas :</p>
<p>    * Seat Harnes, menahan berat badan di pinggang dan paha.<br />
    * Body Harnes, menahan berat badan di dada, pinggang, punggung, dan paha.<br />
      Harnes ada yang dibuat dengan webbning atau tali, dan ada yang sudah langsung dirakit oleh pabrik.</p>
<p>7. Sepatu</p>
<p>Ada dua jenis sepatu yang digunakan dalam pemanjatan :</p>
<p>    * Sepatu yang lentur dan fleksibel. Bagian bawah terbuat dari karet yang kuat. Kelenturannya menolong untuk pijakan-pijakan di celah-cleah.<br />
    * Sepatu yang tidak lentur/kaku pada bagian bawahnya. Misalnya combat boot. Cocok digunakan pada tebing yang banyak tonjolannya atau tangga-tangga kecil. Gaya tumpuan dapat tertahan oleh bagian depan sepatu.</p>
<p>8. Anchor (Jangkar)</p>
<p>Alat yang dapat dipakai sebagai penahan beban. Tali pendakian dimasukkan pada achor, sehingga pendaki dapat tertahan oleh anchor bila jatuh. Ada dua macam anchor, yaitu :</p>
<p>    * Natural Anchor, bias merupakan pohon besar, lubang-lubang di tebing, tonjolan-tonjolan batuan, dan sebagainya.<br />
    * Artificial Anchor, anchor buatan yang ditempatkan dan diusahakan ada pada tebing oleh si pendaki. Contoh : chock, piton, bolt, dan lain-lain.</p>
<p>Prosedur Pendakian</p>
<p>Tahapan-tahapan dalam suatu pendakian hendaknya dimulai dari langkah-langkah sebagai berikut</p>
<p>   1. Mengamati lintasan dan memikirkan teknik yang akan dipakai.<br />
   2. Menyiapkan perlengkapan yang diperlukan.<br />
   3. a. Untuk leader, perlengkapan teknis diatur sedemikian rupa, agar mudah untuk diambil / memilih dan tidak mengganggu gerakan. Tugas leader adalah membuka lintasan yang akan dilalui oleh dirinya sendiri dan pendaki berikutnya.<br />
      b. Untuk belayer, memasang anchor dan merapikan alat-alat (tali yang akan dipakai). Tugas belayer adalah membantu leader dalam pergerakan dan mengamankan leader bila jatug. Belayer harus selalu memperhatikan leader, baik aba-aba ataupun memperhatikan tali, jangan terlalu kencang dan jangan terlalu kendur.<br />
   4. Bila belayer dan leader sudah siap memulai pendakian, segera memberi aba-aba pendakian.<br />
   5. Bila leader telah sampai pada ketinggian 1 pitch (tali habis), ia harus memasang achor.<br />
   6. Leader yang sudah memasang anchor di atas selanjutnya berfungsi sebagai belayer, untuk mengamankan pendaki berikutnya</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/satusolusi.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/satusolusi.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/satusolusi.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/satusolusi.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/satusolusi.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/satusolusi.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/satusolusi.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/satusolusi.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/satusolusi.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/satusolusi.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/satusolusi.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/satusolusi.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/satusolusi.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/satusolusi.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satusolusi.wordpress.com&amp;blog=13053284&amp;post=53&amp;subd=satusolusi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://satusolusi.wordpress.com/2010/08/25/jenis-jenis-pendakian-perjalanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b42db6165c10cb7969b8717b7a0eef3e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">satusolusi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Organisasi S A R</title>
		<link>http://satusolusi.wordpress.com/2010/08/25/organisasi-s-a-r/</link>
		<comments>http://satusolusi.wordpress.com/2010/08/25/organisasi-s-a-r/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 16:21:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>satusolusi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[basarnas]]></category>
		<category><![CDATA[gunung]]></category>
		<category><![CDATA[sar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satusolusi.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Organisasi SAR Yang Dikenal Di Indonesia * BASARI (Badan SAR Indonesia) : 6 menteri (Keuangan, Hankam, Dalam Negeri, Luar Negeri, Sosial, dan Perhubungan) * BASARNAS (Badan SAR Nasional) : di bawah koordinasi Departemen Perhubungan. * KKR (Kantor Koordinator Rescue) : ada dilokasi : Jakarta, Surabaya, Ujung Pandang, dan Biak * SKR (Sub Koordinasi Rescue) : [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satusolusi.wordpress.com&amp;blog=13053284&amp;post=49&amp;subd=satusolusi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Organisasi SAR Yang Dikenal Di Indonesia</p>
<p>    * BASARI (Badan SAR Indonesia) : 6 menteri (Keuangan, Hankam, Dalam Negeri, Luar Negeri,<br />
      Sosial, dan Perhubungan)<br />
    * BASARNAS (Badan SAR Nasional) : di bawah koordinasi Departemen Perhubungan.<br />
    * KKR (Kantor Koordinator Rescue) : ada dilokasi : Jakarta, Surabaya, Ujung Pandang, dan Biak<br />
    * SKR (Sub Koordinasi Rescue) : ada didaerah : Medan, Padang, Tanjung Pinang, Denpasar,<br />
      Pontianak, Menado, Banjarmasin, Kupang, Ambon, Balikpapan, Sorong, Merauke, Jayapura.</p>
<p>Organisasi Operasi SAR</p>
<p>    * SC (SAR Coordinator) : Biasanya pejabat pemerintah yang mempunyai wewenang<br />
      dalam penyediaan fasilitas.<br />
    * SMC (SAR Mission Coordinator) : Harus orang yang mempunyai pengetahuan dan kemampuan<br />
      tinggi dalam nenentukan MPP (Most Probable Position), menentukan area pencarian, strategi pencarian (berapa unit, teknik dan fasilitas).<br />
    * OSC (On Scene Commander) : Tidak mutlak ada, tapi juga bias lebih dari satu, tergantung<br />
      wilayah komunikasi dan kesulitan jangkauaanya.<br />
    * SRU (Search And Rescue Unit).</p>
<p>Tugas SMC</p>
<p>   1. Menganalisa data yang masuk/diperoleh agar :<br />
      &#8211; menentukan datum (MPP / Most Probable Position)<br />
      &#8211; menentukan daerah pencarian<br />
      &#8211; menentukan jumlah unsure yang dipakai<br />
      &#8211; memperkirakan berapa lama waktu operasi.<br />
   2. Melakukan koordinasi dengan semua unsure yang terlibat serta melayani hubungan.koordinasi (misalnya dengan pejabat-pejabat, wartawan, dan lain-lain).<br />
   3. Menyediakan fasilitas logistik yang diperlukan SRU.</p>
<p>Sistem SAR</p>
<p>Ada 5 tahapan dalam operasi SAR :<br />
1. 	  	Awareness Stage (Tahap Kekhawatiran) </p>
<p>Adalah kekhawatiran bahwa suatu keadaan darurat diduga akan muncul (saat disadarinya terjadi keadaan darurat/ musibah)</p>
<p>2. 	  	Initial Action Stage (Tahap Kesiagaan/ Preliminary Mode)</p>
<p>Adalah tahap seleksi informasi yang diterima, untuk segera dianalisa dan ditetapkan bahwa berdasarkan informasi tersebut, maka keadaan darurat saat itu diklasifikasikan sebagai :</p>
<p>  	a. 	INCERFA (Uncertainity Phase/ Fase meragukan) :</p>
<p>adalah suatu keadaan emergency yang ditunjukkan dengan adanya keraguan mengenai keselamatan jiwa seseorang karena diketahui kemungkinan mereka dalam menghadapi kesulitan.<br />
  	b. 	ALERFA (Alert Phase/ Fase Mengkhawatirkan/ Siaga) :<br />
  	  	adalah suatu keadaan emergency yang ditunjukkan dengan adanya kekhawatiran mengenai keselamatan jiwa seseorang karena adanya informasi yang jelas bahwa mereka menghadapi kesulitan yang serius yang mengarah pada kesengsaraan (distress).<br />
  	c. 	DITRESFA (Ditress Phase/ Fase Darurat Bahaya) :</p>
<p>adalah suatu keadaan emergency yang ditunjukkan bila bantuan yang cepat sudah dibutuhkan oleh seseorang yang tertimpa musibah karena telah terjadi ancaman serius atau keadaan darurat bahaya. Berarti, dalam suatu operasi SAR informasi musibah yang diterima bisa ditunjukkan tingkat keadaan emergency dan dapat langsung pada tingkat Ditresfa yang banyak terjadi.</p>
<p>3. 	  	Planning Stage (Tahap Perencanaan/ Confinement Mode)</p>
<p>Yaitu saat dilakukan suatu tindakan sebagai tanggapan (respons) terhadap keadaan sebelumnya, antara lain :<br />
  	* 	Search Planning Event (tahap perencanaan pencarian).<br />
  	* 	Search Planning Sequence (urutan perencanaan pencarian).<br />
  	* 	Degree of Search Planning (tingkatan perencanaan pencarian).<br />
  	* 	Search Planning Computating (perhitungan perencanaan pencarian).</p>
<p>4. 	  	Operation Stage (Pertolongan)</p>
<p>Detection Mode/ Tracking Mode And Evacuation Mode, yaitu seperti dilakukan operasi pencarian dan pertolongan serta penyelamatan korban secara fisik. Tahap operasi meliputi :<br />
  	* 	Fasilitas SAR bergerak ke lokasi kejadian.<br />
  	* 	Fasilitas SAR bergerak ke lokasi kejadian.<br />
  	* 	Melakukan pencarian dan mendeteksi tanda-tanda yang ditemui yang diperkirakan ditinggalkan survivor (Detection Mode).<br />
  	* 	Mengikuti jejak atau tanda-tanda yang ditinggalkan survivor (Tracking Mode).<br />
  	*<br />
Menolong/ menyelamatkan dan mengevakuasi korban (Evacuation Mode), dalam hal ini memberi perawatan gawat darurat pada korban yang membutuhkannya dan membawa korban yang cedera kepada perawatan yang memuaskan (evakuasi).<br />
  	* 	Mengadakan briefing kepada SRU.<br />
  	* 	Mengirim/ memberangkatkan fasilitas SAR.<br />
  	* 	Melaksanakan operasi SAR di lokasi kejadian.<br />
  	* 	Melakukan penggantian/ penjadualan SRU dilokasi Kejadian.</p>
<p>5. 	  	Mission Conclusion Stage (Tahap Akhir Misi / Evaluasi)</p>
<p>Merupakan tahap akhir operasi SAR, meliputi penarikan kembali SRU dari lapangan ke posko, penyiagaan kembali tim SAR untuk menghadapi musibah selanjutnya yang sewaktu-waktu dapat terjadi, evaluasi hasil kegiatan, mengadakan pemberitaan (Press Release) dan menyerahkan jenasah korban, survivor kepada yang berhak serta mengembalikan SRU pada instansi induk masing-masing dan pada kelompok masyarakat.</p>
<p>Pola-pola Pencarian</p>
<p>Ada 8 kelompok utama pola pencarian, sebagai berikut :</p>
<p>- track line<br />
- parallel<br />
- creeping line<br />
- square<br />
- sector<br />
- contour<br />
- flare<br />
- homing</p>
<p>Pola-pola pencarian yang sering dilakukan pada misi SAR darat (khususnya di Indonesia) adalah track line, parallel, dan contour. Untuk menamakan sesuatu pada pencarian SAR. Biasanya digunakan dengan huruf-huruf awal yang terdiri dari 3 huruf.</p>
<p>Huruf 1 : Pola pencarian yang digunakan, misalnya T (track line), P (parallel)<br />
Huruf 2 : Unit yang terlibat, misalnya : S (single unit), M (multi unit).<br />
Huruf 3 : Keterangan pelengkap, misalnya :<br />
C = coordinated (dengan koordinasi) atau circle (melingkari)<br />
R = radar (digunakan untuk pengendalian) atau return to starting point<br />
N = Non return (tidak perlu kembali ke titik awal)<br />
L = Loran line (sesuai garis loran)</p>
<p>Pencarian dengan pola garis lintasan (track line) digunakan :</p>
<p>    * Bila seseorang dinyatakan hilang pada jalur perjalanan yang direncanakan dan tidak diketahui data-data lain, berarti jalur perjalanan/garis lintasan merupakan satu-satunya data.<br />
    * Untuk usaha pencarian secara fisik yang pertama kali dapat dilakukan misalnya meminta bantuan pada pesawat komersil yang kebetulan melintas jalur tersebut.</p>
<p>Pola track line dikenal 4 jenis :</p>
<p>TSR (track line, single unit, return)<br />
TMR (track line, multi unit, return)<br />
TSN (track line, single unit, non return)<br />
TMN (track line, multi unit, non return)</p>
<p>Pencarian dengan pola parallel (sejajar memanjang/melingkar), digunakan :<br />
a. Bila daerah pencarian cukup luas dan medannya relatif datar.<br />
b. Hanya diketahui posisi duga fari sasaran yang dicari.</p>
<p>Dikenal 9 bentuk :<br />
1. PS (parallel track, single unit)<br />
2. PM parallel track, multi unit)<br />
3. PMR (parallel track, multi unit, return)<br />
4. PMN (parallel track, multi unit, non return)<br />
5. PSC (parallel track, singe unit, circle)<br />
6. PMC (parallel track, multi unit, circle)<br />
7. PSS (parallel track, single unit, spiral)<br />
8. PSL (parallel track, single unit, loran)<br />
9. PSA (parallel track, single unit, arc)</p>
<p>Pencapaian dengan pola contour digunakan untuk daerah yang bergunung dan berbukit. Syarat :</p>
<p>- Anggota SRU harus berpengalaman, mempunyai kondisi dan daya tahan tinggi.<br />
- Briefing harus baik, dengan peta yang cukup luas.<br />
- Keadaan cuaca harus baik, termasuk visibility (jangkauan pandang) dan keadaan anginnya.</p>
<p>Sumber : Basarnas, PDW</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/satusolusi.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/satusolusi.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/satusolusi.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/satusolusi.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/satusolusi.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/satusolusi.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/satusolusi.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/satusolusi.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/satusolusi.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/satusolusi.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/satusolusi.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/satusolusi.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/satusolusi.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/satusolusi.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satusolusi.wordpress.com&amp;blog=13053284&amp;post=49&amp;subd=satusolusi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://satusolusi.wordpress.com/2010/08/25/organisasi-s-a-r/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b42db6165c10cb7969b8717b7a0eef3e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">satusolusi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Diduga Beri Keterangan Palsu, Dirut PT Angkasa Pura I Dilaporkan</title>
		<link>http://satusolusi.wordpress.com/2010/07/21/diduga-beri-keterangan-palsu-dirut-pt-angkasa-pura-i-dilaporkan/</link>
		<comments>http://satusolusi.wordpress.com/2010/07/21/diduga-beri-keterangan-palsu-dirut-pt-angkasa-pura-i-dilaporkan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 18:01:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>satusolusi</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita hot]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[detiknews]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satusolusi.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Diduga Beri Keterangan Palsu, Dirut PT Angkasa Pura I Dilaporkan Laurencius Simanjuntak &#8211; detikNews Jakarta &#8211; Direktur Utama PT Angkasa Pura I (API), Bambang Darwoto, dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Rabu (21/7/2010) malam. Dia dilaporkan dengan tuduhan memberikan keterangan palsu soal pemogokan karyawan di Bandara Sepinggan, Balikpapan, Mei 2008 silam. Pelaporan ini dibuat oleh Arif [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satusolusi.wordpress.com&amp;blog=13053284&amp;post=47&amp;subd=satusolusi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Diduga Beri Keterangan Palsu, Dirut PT Angkasa Pura I Dilaporkan<br />
Laurencius Simanjuntak &#8211; detikNews<br />
Jakarta &#8211; Direktur Utama PT Angkasa Pura I (API), Bambang Darwoto, dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Rabu (21/7/2010) malam. Dia dilaporkan dengan tuduhan memberikan keterangan palsu soal pemogokan karyawan di Bandara Sepinggan, Balikpapan, Mei 2008 silam.</p>
<p>Pelaporan ini dibuat oleh Arif Islam, karyawan Dinas Flight Service dan Komunikasi Penerbangan Bandara Sepinggan, didampingi oleh  Serikat Pekerja PT Angkasa Pura I (SP API) dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta. Pengaduan Arif ini diterima oleh Kompol Am Zakaria, pada pukul 22.00 WIB.</p>
<p>“Terlapor diadukan dengan tuduhan memberikan pengaduan palsu kepada pemerintah, memfitnah, dan menimbulkan persangkaan palsu bahwa seseorang telah melakukan tindak pidana. Pelanggaran atas pasal 317 dan 318 KUHP itu dapat diancam hukuman empat tahun penjara,” kata Arif Islam seperti rilis yang diterima detikcom, Rabu (21/7/2010).</p>
<p>Sebelumnya, Bambang Darwoto memberikan keterangan kepada Direktur Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi bahwa dalam pemogokan itu, Arif Islam, melakukan sabotase lampu X-Ray di pintu bandara, sehingga membayahakan keamanan. Akibat keterangan itu, Arif yang aktivis SP API dikeluarkan dari pekerjaannya tanpa prosedur dan tanpa kompensasi.</p>
<p>Tidak terima dengan tuduhan Direksi, Arif selama dua tahun bekerja keras untuk mengumpulkan bukti-bukti ketidakterlibatannya dalam sabotase X-Ray. Setelah menemukan bukti-bukti kuat, ia bersama SP API menunjukkan dokumen-dokumen tersebut ke Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB).</p>
<p>Salah satu dokumen yang ditunjukkan Arif adalah Surat Keputusan Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Balikpapan, yang menyimpulkan bahwa pelaku sabotase X-Ray adalah orang lain.</p>
<p>“Kantor SKP BSB percaya bahwa Arif hanyalah korban. Karena itu, kami mempersilakannya mengambil langkah hukum maupun negosiasi yang diperlukan. Kami menghormati keinginannya untuk mempolisikan Dirut API, karena ia memiliki hak hukum sebagai warga negara yang mengalami ketidakadilan,” ujar Yanno Nunuhitu, Liaison Officer SKP BSB.</p>
<p>berita di ambil dari http://www.detiknews.com/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/satusolusi.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/satusolusi.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/satusolusi.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/satusolusi.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/satusolusi.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/satusolusi.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/satusolusi.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/satusolusi.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/satusolusi.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/satusolusi.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/satusolusi.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/satusolusi.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/satusolusi.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/satusolusi.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satusolusi.wordpress.com&amp;blog=13053284&amp;post=47&amp;subd=satusolusi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://satusolusi.wordpress.com/2010/07/21/diduga-beri-keterangan-palsu-dirut-pt-angkasa-pura-i-dilaporkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b42db6165c10cb7969b8717b7a0eef3e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">satusolusi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Legenda Gunung Ciremai</title>
		<link>http://satusolusi.wordpress.com/2010/04/29/legenda-gunung-ciremai/</link>
		<comments>http://satusolusi.wordpress.com/2010/04/29/legenda-gunung-ciremai/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Apr 2010 15:17:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>satusolusi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[ciremai]]></category>
		<category><![CDATA[gunung]]></category>
		<category><![CDATA[legenda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satusolusi.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Banyak yang mengklaim kalau jalur pendakian gunung Ciremai via pos Linggar Jati adalah jalur Walisongo. Secara singkatnya,konon Walisongo melakukan perjalanan mendaki gunung Ciremai dan di pandu oleh kakeknya Sunan Gunung Jati. Pendakian di mulai dari desa Linggar Jati, dan Pos Ciebunar adalah tempat pertama rombongan Walisongo berkemah. Medan pendakian lewat jalur ini memang terkenal paling [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satusolusi.wordpress.com&amp;blog=13053284&amp;post=42&amp;subd=satusolusi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak yang mengklaim kalau jalur pendakian gunung Ciremai via pos Linggar Jati adalah jalur Walisongo.<br />
Secara singkatnya,konon Walisongo melakukan perjalanan mendaki gunung Ciremai dan di pandu oleh kakeknya Sunan Gunung Jati. Pendakian di mulai dari desa Linggar Jati, dan Pos Ciebunar adalah tempat pertama rombongan Walisongo berkemah.</p>
<p>Medan pendakian lewat jalur ini memang terkenal paling sulit di banding dengan jalur-jaluir lain seperti Palutungan maupun Majalengka. Sampai – sampai kakeknya Sunan Gunung Jati kelelahan (mungkin karena pengaruh usia) pas di pertengahan gunung.</p>
<p>Kakeknya Sunan gunung Jati akhirnya memutuskan untuk tidak meneruskan pendakiannya,dan memilih beristirahat,dan mempersilahkan rombongan Walisongo untuk meneruskan pendakian dengan di temani oleh empat orang pengawalnya sang kakek.</p>
<p>Kakeknya Sunan Gunung Jati memilih istirahat sembari duduk bersila di atas batu besar. Batu inilah yang sekarang di kenal dengan sebutan Batu Lingga. Karena saking lamanya duduk untuk berkhalwat, sampai-sampai batu tempat duduk ini meninggalkan bekas dan berbentuk daun waru atau jantung.</p>
<p>Kakeknya Sunan Gunung Jati sampai lama di tengah gunung Ciremai karena sampai Walisongo sudah turun,Sang Kakek tidak mau ikut turun di karenakan malu.<br />
Karenanya ada yang menyebutnya sebagai Satria Kawirangan.</p>
<p>Di atasnya sedikit dari Pos Batu Lingga ada pos Sangga Buana. Kalau di perhatikan di pos Sangga Buana ini,pohon-pohonnya ada yang unik. Yakni pucuknya meliuk ke arah bawah semua.</p>
<p>Konon, para pengawalnya Sang Kakek yang mestinya menemani Walisango ternyata juga tidak kuat meneruskan pendakian. Akhirnya mereka sepakat untuk mengikuti jejak Sang Kakek. Dan sebagai penghormatan kepada Sang Kakek,mereka membungkukkan badannya kebawah ke arah sang Kakek beristirahat.<br />
Para pengawal ini atas kuasa Allah berubah menjadi pepohonan yang pucuk-pucuknya meliuk kebawah.</p>
<p>Sampailah rombongan Walisongo di bawah puncak 1 ciremai bertepatan dengan waktu sholat ashar tiba. Walisongo pun menunaikan sholat jamaah asar di bawah puncak satu.<br />
Usai sholat asar rombongan Walisongo memutuskan untuk istirahat dan makan bersama.</p>
<p>Namun ketika akan mulai memasak,ternyata semua persediaan laukpauk dan bumbu-bumbunya sudah habis. Cuma ada garam dapur saja yang tersisa.<br />
Seadanya yang penting ada yang di makan,walaupun cuma nasi putih campur garam tetap enak dan bisa untuk menambah tenaga baru.</p>
<p>Karena hal inilah puncak II Ciremai di namakan sebagai Puncak Pengasinan. Karenan cuma makan nasi sama garam yang asin rasanya.</p>
<p>Perjalanan Walisongopun di lanjutkan sampai ke puncak 1. Dan untuk menghormati Kakeknya Sunan Gunung Jati,Walisaongo berdoa minta petunjuk kepada Allah bagaimana cara penghormatan untuk orang sudah bersusah payah ikut memandu pendakian ini.</p>
<p>DenganIzin dan Kuasa Allah SWT, puncak tempat Walisongo berdiri amblas kedalam sampai kedalamannya sejajar dengan tempat Kakeknya Sunan Gunung Jati beristirahat di Batu Lingga.</p>
<p>Karenanya kawah Ciremai memang exotis namun menyeramkan jika di banding dengan dengan kawah-kawah gunung lainnya.</p>
<p>Hanya Allah SWT yang Maha Mengetahui semua kebenaran cerita ini.</p>
<p>Kisah ini pernah diceritakan oleh Mbah Saman,pemilik warung makan dan penginapan di jalur pendakian Linggar Jati. Tepatnya kurang lebih 100 meter setelah Pos pendaftaran.</p>
<p>Satu pesan dari Mbah Saman yang selalu kami ( KOMA PEKALONGAN ) ingat-ingat.<br />
Kalau mau mendaki gunung dengan selamat, jangan melakukan pendakian dari belakang gunung.<br />
Lakukanlah pendakian dari depan sebagai mana sopan santun kita terhadap orang tua.<br />
Bagian depan gunung ialah apabila dilihat gunung itu berbentuk kerucut atau segi tiga.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/satusolusi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/satusolusi.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/satusolusi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/satusolusi.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/satusolusi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/satusolusi.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/satusolusi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/satusolusi.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/satusolusi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/satusolusi.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/satusolusi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/satusolusi.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/satusolusi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/satusolusi.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satusolusi.wordpress.com&amp;blog=13053284&amp;post=42&amp;subd=satusolusi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://satusolusi.wordpress.com/2010/04/29/legenda-gunung-ciremai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b42db6165c10cb7969b8717b7a0eef3e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">satusolusi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perjalan Menuju Semeru</title>
		<link>http://satusolusi.wordpress.com/2010/04/29/perjalan-menuju-semeru/</link>
		<comments>http://satusolusi.wordpress.com/2010/04/29/perjalan-menuju-semeru/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Apr 2010 15:02:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>satusolusi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[gunung]]></category>
		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satusolusi.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Diperlukan waktu sekitar empat hari untuk mendaki puncak gunung Semeru pulang-pergi. Untuk mendaki gunung semeru dapat ditempuh lewat kota Malang atau Lumajang. Dari terminal kota malang kita naik angkutan umum menuju desa Tumpang. Disambung lagi dengan Jip atau Truk Sayuran yang banyak terdapat di belakang pasar terminal Tumpang dengan biaya per orang Rp.50.000,- hingga Pos [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satusolusi.wordpress.com&amp;blog=13053284&amp;post=39&amp;subd=satusolusi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Diperlukan waktu sekitar empat hari untuk mendaki puncak gunung Semeru pulang-pergi. Untuk mendaki gunung semeru dapat ditempuh lewat kota Malang atau Lumajang. Dari terminal kota malang kita naik angkutan umum menuju desa Tumpang. Disambung lagi dengan Jip atau Truk Sayuran yang banyak terdapat di belakang pasar terminal Tumpang dengan biaya per orang Rp.50.000,- hingga Pos Ranu Pani.</p>
<p>Sebelumnya kita mampir di Gubugklakah untuk memperoleh surat ijin, dengan perincian, biaya surat ijin Rp.6.000,- untuk maksimal 10 orang, Karcis masuk taman Rp.10.000,- per orang, Sudah termasuk Asuransi </p>
<p>Dengan menggunakan Truk sayuran atau Jip perjalanan dimulai dari Tumpang menuju Ranu Pani, desa terakhir di kaki semeru. Di sini terdapat Pos pemeriksaan, terdapat juga warung dan pondok penginapan. Bagi pendaki yang membawa tenda dikenakan biaya Rp 20.000,-/tenda dan apabila membawa kamera juga dikenakan biaya Rp 5.000,-/buah. Di pos ini pun kita dapat mencari porter (warga lokal untuk membantu menunjukkan arah pendakian, mengangkat barang dan memasak). Pendaki juga dapat bermalam di Pos penjagaan. Di Pos Ranu Pani juga terdapat dua buah danau yakni danau Ranu Pani (1 ha) dan danau Ranu Regulo (0,75 ha). Terletak pada ketinggian 2.200 mdpl.</p>
<p>Setelah sampai di gapura &#8220;selamat datang&#8221;, perhatikan terus ke kiri ke arah bukit, jangan mengikuti jalanan yang lebar ke arah kebun penduduk. Selain jalur yang biasa dilewati para pendaki, juga ada jalur pintas yang biasa dipakai para pendaki lokal, jalur ini sangat curam.</p>
<p>Jalur awal landai, menyusuri lereng bukit yang didominasi dengan tumbuhan alang-alang. Tidak ada tanda penunjuk arah jalan, tetapi terdapat tanda ukuran jarak pada setiap 100m. Banyak terdapat pohon tumbang, dan ranting-ranting diatas kepala.</p>
<p>Setelah berjalan sekitar 5 Km menyusuri lereng bukit yang banyak ditumbuhi Edelweis, lalu akan sampai di Watu Rejeng. Disini terdapat batu terjal yang sangat indah. Pemandangan sangat indah ke arah lembah dan bukit-bukit, yang ditumbuhi hutan cemara dan pinus. Kadang kala dapat menyaksikan kepulan asap dari puncak semeru. Untuk menuju Ranu Kumbolo masih harus menempuh jarak sekitar 4,5 Km.<br />
Ranu Kumbolo</p>
<p>Di Ranu Kumbolo dapat mendirikan tenda. Juga terdapat pondok pendaki (shelter). Terdapat danau dengan air yang bersih dan memiliki pemandangan indah terutama di pagi hari dapat menyaksikan matahari terbit disela-sela bukit. Banyak terdapat ikan, kadang burung belibis liar. Ranu Kumbolo berada pada ketinggian 2.400 m dengan luas 14 ha.</p>
<p>Dari Ranu Kumbolo sebaiknya menyiapkan air sebanyak mungkin. Meninggalkan Ranu Kumbolo kemudian mendaki bukit terjal, dengan pemandangan yang sangat indah di belakang ke arah danau. Di depan bukit terbentang padang rumput yang luas yang dinamakan oro-oro ombo. Oro-oro ombo dikelilingi bukit dan gunung dengan pemandangan yang sangat indah, padang rumput luas dengan lereng yang ditumbuhi pohon pinus seperti di Eropa. Dari balik Gn. Kepolo tampak puncak Gn. Semeru menyemburkan asap wedus gembel.</p>
<p>Selanjutnya memasuki hutan Cemara dimana kadang dijumpai burung dan kijang. Daerah ini dinamakan Cemoro Kandang.</p>
<p>Pos Kalimati berada pada ketinggian 2.700 m, disini dapat mendirikan tenda untuk beristirahat. Pos ini berupa padang rumput luas di tepi hutan cemara, sehingga banyak tersedia ranting untuk membuat api unggun.</p>
<p>Terdapat mata air Sumber Mani, ke arah barat (kanan) menelusuri pinggiran hutan Kalimati dengan menempuh jarak 1 jam pulang pergi. Di Kalimati dan di Arcopodo banyak terdapat tikus gunung.</p>
<p>Untuk menuju Arcopodo berbelok ke kiri (Timur) berjalan sekitar 500 meter, kemudian berbelok ke kanan (Selatan) sedikit menuruni padang rumput Kalimati. Arcopodo berjarak 1 jam dari Kalimati melewati hutan cemara yang sangat curam, dengan tanah yang mudah longsor dan berdebu. Dapat juga kita berkemah di Arcopodo, tetapi kondisi tanahnya kurang stabil dan sering longsor. Sebaiknya menggunakan kacamata dan penutup hidung karena banyak abu beterbangan. Arcopodo berada pada ketinggian 2.900m, Arcopodo adalah wilayah vegetasi terakhir di Gunung Semeru, selebihnya akan melewati bukit pasir.</p>
<p>Dari Arcopodo menuju puncak Semeru diperlukan waktu 3-4 jam, melewati bukit pasir yang sangat curam dan mudah merosot. Sebagai panduan perjalanan, di jalur ini juga terdapat beberapa bendera segitiga kecil berwarna merah. Semua barang bawaan sebaiknya tinggal di Arcopodo atau di Kalimati. Pendakian menuju puncak dilakukan pagi-pagi sekali sekitar pukul 02.00 pagi dari Arcopodo.</p>
<p>Siang hari angin cendurung ke arah utara menuju puncak membawa gas beracun dari Kawah Jonggring Saloka.</p>
<p>Pendakian sebaiknya dilakukan pada musim kemarau yaitu bulan Juni, Juli, Agustus, dan September. Sebaiknya tidak mendaki pada musim hujan karena sering terjadi badai dan tanah longsor.<br />
semoga bermanfaat </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/satusolusi.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/satusolusi.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/satusolusi.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/satusolusi.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/satusolusi.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/satusolusi.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/satusolusi.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/satusolusi.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/satusolusi.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/satusolusi.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/satusolusi.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/satusolusi.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/satusolusi.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/satusolusi.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satusolusi.wordpress.com&amp;blog=13053284&amp;post=39&amp;subd=satusolusi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://satusolusi.wordpress.com/2010/04/29/perjalan-menuju-semeru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b42db6165c10cb7969b8717b7a0eef3e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">satusolusi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Legenda Gunung lawu</title>
		<link>http://satusolusi.wordpress.com/2010/04/29/legenda-gunung-lawu/</link>
		<comments>http://satusolusi.wordpress.com/2010/04/29/legenda-gunung-lawu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Apr 2010 14:57:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>satusolusi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[gunung]]></category>
		<category><![CDATA[lawu]]></category>
		<category><![CDATA[legenda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satusolusi.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Cerita dimulai dari masa akhir kerajaan Majapahit (1400 M) pada masa pemerintahan Sinuwun Bumi Nata Bhrawijaya Ingkang Jumeneng kaping 5 (Pamungkas). Dua istrinya yang terkenal ialah Dara Petak putri dari daratan Tiongkok dan Dara Jingga. Dari Dara Petak lahir putra Raden Fatah, dari Dara Jingga lahir putra Pangeran Katong. Raden Fatah setelah dewasa agama islam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satusolusi.wordpress.com&amp;blog=13053284&amp;post=37&amp;subd=satusolusi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita dimulai dari masa akhir kerajaan Majapahit (1400 M) pada masa pemerintahan Sinuwun Bumi Nata Bhrawijaya Ingkang Jumeneng kaping 5 (Pamungkas). Dua istrinya yang terkenal ialah Dara Petak putri dari daratan Tiongkok dan Dara Jingga. Dari Dara Petak lahir putra Raden Fatah, dari Dara Jingga lahir putra Pangeran Katong.</p>
<p>Raden Fatah setelah dewasa agama islam berbeda dengan ayahandanya yang beragama Budha. Dan bersamaan dengan pudarnya Majapahit, Raden Fatah mendirikan Kerajaan di Glagah Wangi (Demak).</p>
<p>Melihat kondisi yang demikian itu , masygullah hati Sang Prabu. Sebagai raja yang bijak, pada suatu malam, dia pun akhirnya bermeditasi memohon petunjuk Sang Maha Kuasa. Dalam semedinya didapatkannya wangsit yang menyatakan bahwa sudah saatnya cahaya Majapahit memudar dan wahyu kedaton akan berpindah ke kerajaan Demak.</p>
<p>Pada malam itu pulalah Sang Prabu dengan hanya disertai pemomongnya yang setia Sabdopalon diam-diam meninggalkan keraton dan melanglang praja dan pada akhirnya naik ke Puncak Lawu. Sebelum sampai di puncak, dia bertemu dengan dua orang kepala dusun yakni Dipa Menggala dan Wangsa Menggala. Sebagai abdi dalem yang setia dua orang itu pun tak tega membiarkan tuannya begitu saja. Merekapun pergi bersama ke puncak Harga Dalem.</p>
<p>Saat itu Sang Prabu bertitah, &#8220;Wahai para abdiku yang setia sudah saatnya aku harus mundur, aku harus muksa dan meninggalkan dunia ramai ini. Dipa Menggala, karena kesetiaanmu kuangkat kau menjadi penguasa gunung Lawu dan membawahi semua mahluk gaib dengan wilayah ke barat hingga wilayah gunung Merapi/gunung Merbabu, ke timur hingga gunung Wilis, ke selatan hingga Pantai selatan , dan ke utara sampai dengan pantai utara dengan gelar Sunan Gunung Lawu. Dan kepada Wangsa Menggala, kau kuangkat sebagai patihnya, dengan gelar Kyai Jalak.</p>
<p>Tak kuasa menahan gejolak di hatinya, Sabdopalon pun memberanikan diri berkata kepada Sang Prabu: Bila demikian adanya hamba pun juga pamit berpisah dengan Sang Prabu, hamba akan naik ke Harga Dumiling dan meninggalkan Sang Prabu di sini.</p>
<p>Singkat cerita Sang Prabu Brawijaya pun muksa di Harga Dalem, dan Sabdopalon moksa di Harga Dumiling. Tinggalah Sunan Lawu Sang Penguasa gunung dan Kyai Jalak yang karena kesaktian dan kesempurnaan ilmunya kemudian menjadi mahluk gaib yang hingga kini masih setia melaksanakan tugas sesuai amanat Sang Prabu Brawijaya.</p>
<p>semoga bermanfaat&#8230;&#8230;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/satusolusi.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/satusolusi.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/satusolusi.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/satusolusi.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/satusolusi.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/satusolusi.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/satusolusi.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/satusolusi.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/satusolusi.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/satusolusi.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/satusolusi.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/satusolusi.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/satusolusi.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/satusolusi.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satusolusi.wordpress.com&amp;blog=13053284&amp;post=37&amp;subd=satusolusi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://satusolusi.wordpress.com/2010/04/29/legenda-gunung-lawu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b42db6165c10cb7969b8717b7a0eef3e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">satusolusi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sistem Komputer</title>
		<link>http://satusolusi.wordpress.com/2010/04/16/sistem-komputer/</link>
		<comments>http://satusolusi.wordpress.com/2010/04/16/sistem-komputer/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Apr 2010 20:12:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>satusolusi</dc:creator>
				<category><![CDATA[komputer]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[sistemkomputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satusolusi.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Operasi Sistem Komputer Sistem komputer serbaguna berisi satu CPU dan sejumlah device controller yang dihubungkan melalui bus yang menyediakan adanya pemakaian memori secara bersama-sama seperti yang terlihat pada gambar berikut. CPU dan device controller tersebut dapat bekerja secara bersama-sama dan saling berkompetisi untuk menggunakan memori. GAMBAR: Sistem Komputer Siklus Instruksi Untuk memproses suatu instruksi dilakukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satusolusi.wordpress.com&amp;blog=13053284&amp;post=30&amp;subd=satusolusi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1>Operasi Sistem Komputer</h1>
<p>Sistem komputer serbaguna berisi satu CPU dan sejumlah <em>device  controller</em> yang dihubungkan melalui bus yang menyediakan adanya  pemakaian memori secara bersama-sama seperti yang terlihat pada gambar  berikut. CPU dan <em>device controller</em> tersebut dapat bekerja  secara bersama-sama dan saling berkompetisi untuk menggunakan memori.</p>
<div><img title="Sistem Komputer" src="http://teknik-informatika.com/images/operating-system/0201-sistem-komputer.jpg" alt="GAMBAR: Sistem Komputer" width="392" height="353" /></div>
<div>GAMBAR: Sistem Komputer</div>
<div>
</div>
<h2>Siklus Instruksi</h2>
<p>Untuk memproses suatu instruksi dilakukan melalui 2 tahapan: (1)  mengambil instruksi (<em>instruction fetch</em>) dari memori, dan (2)  mengeksekusi instruksi tersebut (<em>instruction execution</em>). Siklus  instruksi dimulai dengan pengambilan instruksi di memori utama oleh  prosesor (gambar berikut). <em>program counter </em>(PC) menyimpan  alamat instruksi yang akan diambil tersebut. Pada kebanyakan komputer,  setelah instruksi tersebut diambil, nilai PC akan berubah ke instruksi  berikutnya yang akan diambil (biasanya bertambah naik).</p>
<div><img title="Siklus Instruksi" src="http://teknik-informatika.com/images/operating-system/0202-siklus-instruksi.jpg" alt="Siklus Instruksi" width="324" height="370" />GAMBAR: Siklus Instruksi</p>
</div>
<p>Sebagai contoh andaikan suatu komputer mengandung 16-bit word memory,  dan PC pertama kali bernilai 300. Prosesor akan mengambil instruksi di  memori pada alamat 300, yang kemudian dilanjutkan dengan 301, 302, 303,  dan seterusnya. Instruksi yang diambil akan diletakkan pada <em>Instruction  Register </em>(IR).</p>
<h2>Interrupt</h2>
<p>Interrupt merupakan sinyal dari peralatan luar atau permintaan dari  program untuk melaksanakan suatu tugas khusus. Jika interrupt terjadi,  maka program dihentikan terlebih dahulu untuk menjalankan rutin  interrupt. Ketika program yang sedang berjalan tadi dihentikan, prosesor  menyimpan nilai register yang berisi alamat program (CS dan IP) ke  stack, dan mulai menjalankan rutin interrupt. Alamat setiap rutin  interrupt disimpan dalam sebuah tabel yang disebut dengan <em>interrupt  services table</em>. Sesudah rutin tersebut selesai dijalankan, program  akan mengambil kembali nilai register (CS dan IP) dari stack dan program  dijalankan (CS dan IP) dari stack dan program dijalankan kembali. Dua  Gambar berikut menunjukkan proses <em>interrupt</em>.</p>
<div><img title="Proses Interupt" src="http://teknik-informatika.com/images/operating-system/0203-proses-interupt.jpg" alt="GAMBAR: Proses Interupt" width="468" height="476" />GAMBAR: Proses Interrupt</p>
</div>
<p><strong>Jenis-jenis interrupt:</strong></p>
<ol>
<li>Software, <em>Interrupt</em> yang disebabkan oleh software sering  disebut dengan      nama System Call. Misalnya suatu program ingin  mencetak hasil dengan      printer.</li>
<li>Hardware, Terjadi karena adanya      aksi pada perangkat keras,  seperti penekanan tombol keyboard atau      menggerakkan mouse.  Interrupt ini terbagi menjadi dua, yaitu: <em>Maskable Interrupt </em>(terjadi  karena      aksi dari luar, seperti: timer, keyboard, serial port,  fixed disk,      diskette drive); dan <em>Non Maskable Interrupt</em> (terjadi karena memori atau kesalahan parity pada I/O).</li>
</ol>
<p><strong>Penyebab terjadinya interrupt:</strong></p>
<ol>
<li>Program, terjadi sebagai akibat      dari eksekusi suatu instruksi,  Contoh: arithmatic overflow, devision by      zero, dll.</li>
<li>Timer, disebabkan oleh timer      prosesor.</li>
<li>I/O, disebabkan oleh I/O <em>controller</em> baik sebagai tanda  bahwa      suatu operasi telah selesai, maupun memberi tanda adanya  error.</li>
<li>Kegagalan hardware, disebabkan      oleh kesalahan hardware, seperti  power failure atau memory parity error</li>
</ol>
<div><img title="Siklus Proses Interupt" src="http://teknik-informatika.com/images/operating-system/0204-siklus-proses-interupt.jpg" alt="GAMBAR: Siklus Proses dengan Interupt" width="481" height="371" />GAMBAR: Siklus Proses dengan Interrupt</p>
</div>
<p>Pada saat komputer dijalankan (<em>powered up </em>atau <em>rebooted</em>),  komputer membutuhkan suatu program inisial untuk dijalankan, program  ini sering disebut dengan bootstrap program. Program tersebut  menginisialisasikan semua aspek sistem, dari <em>CPU register </em>ke <em>device  controller</em> ke isi memory. Program bootstrap harus tahu bagaimana  program harus dapat mengalokasikan sistem operasi dan meletakkannya di  memori. Kemudian sistem operasi mulai mengeksekusi proses pertama dan  menunggu beberapa event yang akan terjadi. Event tersebut ditandai  dengan adanya <em>interrupt</em> baik datang dari software maupun  hardware.</p>
<p>Pada kebanyakan sistem operasi menggunakan interrupt driven, jika  tidak ada proses yang akan dieksekusi, tidak ada I/O device yang  melayani sesuatu, dan tidak ada tanggapan dari user, maka sistem operasi  akan tetap diam menunggu sesuatu terjadi. Suatu <em>event</em> yang  akan terjadi selalu ditandai dengan adanya iterrupt atau trap. Trap  adalah suatu software yang memberikan interrupt yang disebabkan oleh  suatu error (misalnya devide by zero atau invalid memory access) atau  permintaan khusus dari user program yang menyebabkan dibutuhkannya  sistem operasi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/satusolusi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/satusolusi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/satusolusi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/satusolusi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/satusolusi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/satusolusi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/satusolusi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/satusolusi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/satusolusi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/satusolusi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/satusolusi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/satusolusi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/satusolusi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/satusolusi.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satusolusi.wordpress.com&amp;blog=13053284&amp;post=30&amp;subd=satusolusi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://satusolusi.wordpress.com/2010/04/16/sistem-komputer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b42db6165c10cb7969b8717b7a0eef3e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">satusolusi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://teknik-informatika.com/images/operating-system/0201-sistem-komputer.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Sistem Komputer</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://teknik-informatika.com/images/operating-system/0202-siklus-instruksi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Siklus Instruksi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://teknik-informatika.com/images/operating-system/0203-proses-interupt.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Proses Interupt</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://teknik-informatika.com/images/operating-system/0204-siklus-proses-interupt.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Siklus Proses Interupt</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Error Detection</title>
		<link>http://satusolusi.wordpress.com/2010/04/16/error-detection/</link>
		<comments>http://satusolusi.wordpress.com/2010/04/16/error-detection/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Apr 2010 20:10:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>satusolusi</dc:creator>
				<category><![CDATA[komputer]]></category>
		<category><![CDATA[detection]]></category>
		<category><![CDATA[Error]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satusolusi.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Mekanisme Error Detection Pada gangguan transmisi serta efek rate data, dan rasio sinyal?terhadap?derau pada rate kesalahan bit. Dengan mengabaikan desain sistem transmisi, akan terjadi kesalahan yang disebabkan oleh perubahan satu bit atau lebih dalam frame yang transmisikan. Sekarang kita menetapkan probabilitas?probabilitas berikut dengan memperhatikan kesalahan yang terjadi pada frame?frame yang ditransmisikan: Pb: Probabilitas kesalahan bit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satusolusi.wordpress.com&amp;blog=13053284&amp;post=28&amp;subd=satusolusi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1>Mekanisme Error Detection</h1>
<p>Pada gangguan transmisi serta efek rate data, dan rasio  sinyal?terhadap?derau pada rate kesalahan bit. Dengan mengabaikan desain  sistem transmisi, akan terjadi kesalahan yang disebabkan oleh perubahan  satu bit atau lebih dalam frame yang transmisikan.</p>
<p>Sekarang kita menetapkan probabilitas?probabilitas berikut dengan  memperhatikan kesalahan yang terjadi pada frame?frame yang  ditransmisikan:</p>
<p>P<sub>b</sub>:         Probabilitas kesalahan bit tunggal, disebut  juga dengan the bit kesalahan rate (<em>Bit Error Rate</em> – BER)</p>
<p>P<sub>l</sub>:         Probabilitas di mana frame tiba tanpa  kesalahan bit.</p>
<p>P<sub>2</sub>:         Probabilitas di mana frame tiba dengan satu  atau lebih kesalahan bit yang tak terdeteksi.</p>
<p>P<sub>3</sub>:.        Probabilitas di mana frame tiba dengan satu  atau lebih kesalahan bit yang terdeteksi namun tanpa kesalahan bit yang  tak terdeteksi.</p>
<p>Pertama?tama amati kasus saat tidak ada cara yang diambil untuk  mendeteksi kesalahan. Maka probabilitas kesalahan yang terdeteksi (P<sub>3</sub>)  menjadi nol. Untuk menyatakan probabilitas yang tersisa, asumsikan  probabilitas dimana bit?bit tersebut yang mengalami kesalahan (P<sub>b</sub>),  konstan dan bebas untuk masing?masing bit. Maka kita dapat:</p>
<p><em>P</em><sub>1</sub> = (1 ? <em>P<sub>b</sub></em>)<sup>F</sup></p>
<p><em>P</em><sub>2</sub> = 1 –<em>P<sub>1</sub></em></p>
<p>dimana F adalah jumlah bit per frame. Maksudnya, probabilitas di mana  sebuah frame tiba tanpa penurunan kesalahan bit bila probabilitas  kesalahan bit tunggal meningkat, seperti yang diharapkan. Selain itu,  probabilitas di mana sebuah frame tiba tanpa penurunan kesalahan apabila  dengan panjang frame juga meningkat; semakin panjang frame, semakin  banyak bit yang dimiliki dan semakin tinggi probabilitas kesalahannya.</p>
<p>Kita ambil satu contoh sederhana untuk menggambarkan keterkaitan ini.  Suatu tujuan yang ditetapkan untuk koneksi ISDN adalah BER pada cartel  64?kbps harus kurang dari 10<sup>?6</sup> pada sedikitnya 90 persen dari  interval 1 menit yang diamati. Anggap saja sekarang kita memiliki  persyaratan yang lebih sederhana yang berada pada rata?rata satu frame  dengan kesalahan bit tak terdeteksi yang bisa terjadi per hari pada  kanal 64 kbps yang dipergunakan terus?menerus. Selain kita asumsikan  pula panjang frame sebesar 1000 bit. Jumlah frame yang dapat  ditransmisikan dalam sehari bisa mencapai 5,529 x 10<sup>6</sup> , yang  menghasilkan rate kesalahan frame yang diharapkan sebesar P<sub>2</sub> =  1/(5,529 x 10<sup>6</sup>) = 0,18 x 10<sup>?6</sup> Namun bila kita  mengasumsikan nilai P<sub>b</sub> sebesar 10<sup>?6</sup>, maka P<sub>1</sub> = (0,999999)<sup>1000</sup> = 0,9999 dan karenanya P<sub>2</sub> = 10<sup>?3</sup>,  yang kira?kira tiga orde dari magnituda terlalu besar untuk memenuhi  persyaratan ini.</p>
<p>Ini merupakan hasil yang mendorong penggunaan teknik?teknik  pendeteksian kesalahan. Seluruh teknik ini beroperasi menurut prinsip  berikut. Untuk frame bit tertentu, tambahan bit yang merupakan suatu  kode pendeteksian kesalahan ditambahkan oleh transmitter. Kode ini  dihitung sebagai fungsi dari bit?bit yang ditransmisikan lainnya.  Receiver menunjukkan kalkulasi yang sama dan membandingkan dua hasilnya.  Kesalahan yang terdeteksi terjadi bila clan hanya bila terdapat  ketidaksamaan. Sehingga P<sub>3</sub> adalah probabilitas bahwa frame  berisi kesalahan clan bahwa skema pendeteksian kesalahan akan mendapati  kenyataan itu. P<sub>2</sub> juga disebut sebagai rate kesalahan tersisa  dan merupakan probabilitas yang berarti bahwa kesalahan akan menjadi  tak terdeteksi walaupun skema pendeteksian kesalahan dipergunakan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/satusolusi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/satusolusi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/satusolusi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/satusolusi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/satusolusi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/satusolusi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/satusolusi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/satusolusi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/satusolusi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/satusolusi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/satusolusi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/satusolusi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/satusolusi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/satusolusi.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satusolusi.wordpress.com&amp;blog=13053284&amp;post=28&amp;subd=satusolusi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://satusolusi.wordpress.com/2010/04/16/error-detection/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b42db6165c10cb7969b8717b7a0eef3e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">satusolusi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Komunikasi Data</title>
		<link>http://satusolusi.wordpress.com/2010/04/16/komunikasi-data/</link>
		<comments>http://satusolusi.wordpress.com/2010/04/16/komunikasi-data/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Apr 2010 20:09:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>satusolusi</dc:creator>
				<category><![CDATA[komputer]]></category>
		<category><![CDATA[data]]></category>
		<category><![CDATA[jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[komdat]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satusolusi.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana Data Dikomunikasikan? Perbedaan mendasar  antara jaringan komputer dan komunikasi data adalah komunikasi data lebih cenderung pada kehandalan dan efisiensi transfer sejumlah bit-bit dari satu titik ke tujuannya sementara jaringan komputer menggunakan teknik komunikasi data namun lebih mementingkan arti dari tiap bit dalam proses pengiriman hingga diterima di tujuannya Komunikasi data merupakan transmisi data elektronik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satusolusi.wordpress.com&amp;blog=13053284&amp;post=26&amp;subd=satusolusi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1>Bagaimana Data Dikomunikasikan?</h1>
<p>Perbedaan mendasar  antara jaringan  komputer dan komunikasi data adalah komunikasi data lebih cenderung pada kehandalan dan efisiensi  transfer sejumlah bit-bit dari satu titik ke tujuannya sementara  jaringan komputer menggunakan teknik  komunikasi data namun lebih mementingkan arti dari tiap bit dalam  proses pengiriman hingga diterima di tujuannya</p>
<p>Komunikasi  data merupakan transmisi data elektronik melalui sebuah media. Media  tersebut dapat berupa kabel  tembaga, fiber optik, radio  frequency dan micro wave (gelombang mikro) dan sebagainya (dibahas  pada komponen  jaringan). Sistem yang memungkinkan terjadinya transmisi data  seringkali disebut jaringan  komunikasi data.</p>
<div><img title="Model komunikasi data sederhana" src="http://www.teknik-informatika.com/images/jaringan-komputer/0103-model-komunikasi-data-sederhana.jpg" alt="Model komunikasi data sederhana" width="367" height="166" /></div>
<div>GAMBAR: Model komunikasi data sederhana</div>
<div>
</div>
<p>Gambar di atas merupakan perspektif lain dari model komunikasi data  (gambar a). Untuk memudahkan pemahaman, kita mengambil contoh pengiriman  <em>electronic mail</em> (surat elektronik).</p>
<p>Misalkan perangkat input dan transmitter merupakan komponen sebuah  personal computer (PC). Seorang user pada sebuah PC akan mengirim pesan <em>m</em> ke user lain. User ini akan mengaktifkan paket electronic mail pada PC  dan mengetik pesan melalui keyboard (perangkat  input). Karakter string yang dibuat akan disimpan di buffer pada  memori utama.  PC ini dihubungkan pada sebuah media transmisi, seperti  kabel atau telepon melalui perangkat I/O (transmitter), misalnya  transceiver atau modem. Pesan tadi akan ditransfer ke transmitter  sebagai sebuah barisan voltase [<em>g(t)</em>] yang merepresentasikan  bit-bit pada kabel atau bus komunikasi. Transmitter dihubungkan langsung  ke medium dan mengkonversi aliran yang datang [<em>g(t)</em>] menjadi  sinyal [<em>s(t)</em>] yang memungkinkan untuk  ditransmisikan/dirambatkan.</p>
<p>Sinyal yang ditransmisikan <em>s(t)</em> merambat melalui media  komunikasi/sistem transmisi – menjadi objek gangguan dalam transmisi  sehingga <em>r(t) </em>bisa saja berbeda dengan <em>s(t) </em>-  dan  diterima oleh receiver sebagai <em>r(t)</em>. Receiver berusaha  menganalisis keaslian <em>s(t)</em>, di dasarkan pada <em>r(t)</em> dan  pengetahuannya atas media, yang menghasilkan rangkaian bit <em>g’(t)</em>.  Bit-bit ini di kirim ke komputer output, dimana bit-bit tersebut di  tahan dalam memori sebagai (<em>g’</em>). dalam beberapa kasus, sistem  tujuan (<em>destination</em>) akan berusaha memperingatkan jika terjadi  error, dan untuk selajutnya bekerja sama dengan sistem sumber sampai  akhirnya mendapatkan data yang bebas dari error (error-free data). Data  ini kemudian diberikan kepada user melalui suatu perangkat output,  seperti printer atau layar  monitor . Pesan (<em>m’</em>) sebagaimana dilihat oleh user  biasanya merupakan salinan dari pesan aslinya (<em>m</em>).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/satusolusi.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/satusolusi.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/satusolusi.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/satusolusi.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/satusolusi.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/satusolusi.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/satusolusi.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/satusolusi.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/satusolusi.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/satusolusi.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/satusolusi.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/satusolusi.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/satusolusi.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/satusolusi.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satusolusi.wordpress.com&amp;blog=13053284&amp;post=26&amp;subd=satusolusi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://satusolusi.wordpress.com/2010/04/16/komunikasi-data/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b42db6165c10cb7969b8717b7a0eef3e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">satusolusi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.teknik-informatika.com/images/jaringan-komputer/0103-model-komunikasi-data-sederhana.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Model komunikasi data sederhana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anti zynga poker hack#2</title>
		<link>http://satusolusi.wordpress.com/2010/04/16/anti-zynga-poker-hack2/</link>
		<comments>http://satusolusi.wordpress.com/2010/04/16/anti-zynga-poker-hack2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Apr 2010 20:04:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>satusolusi</dc:creator>
				<category><![CDATA[anti hack facebook]]></category>
		<category><![CDATA[hecker]]></category>
		<category><![CDATA[poker]]></category>
		<category><![CDATA[zynga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satusolusi.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[belakangan ini bnyak sekali saya mendengar temen² yg mengeluh bahkan ampe ada yang stres tidak lain krna chips poker nya ilang ..hmm,,apes,,alias ambles, akibat ulah² org yg usil yg masang keyloger hampir di seluruh pelosok² kolong di dunia cyber..hehe ,,mlm ini saya ingin berbagi sedikit informasi buat temen² semua ..dengan Software Anti Zynga Poker Hacking [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satusolusi.wordpress.com&amp;blog=13053284&amp;post=24&amp;subd=satusolusi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>belakangan ini bnyak sekali saya mendengar  temen² yg mengeluh bahkan  ampe ada yang stres tidak lain krna chips  poker nya ilang  ..hmm,,apes,,alias ambles, akibat ulah² org yg usil yg  masang keyloger  hampir di seluruh pelosok² kolong di dunia cyber..hehe  ,,mlm ini saya  ingin berbagi sedikit informasi buat temen² semua  ..dengan Software Anti  Zynga Poker Hacking dan Anti Facebook Hacking  ,,software ini sangat  berguna sekali buat temen² yang takut akan  terkena serangan-serangan  dari orang yang ingin menghack akun kalian.</p>
<p>Dengan menggunakan  software anti hacking ini,setidaknya temen² dapat  mengurangi kemungkinan  terkena serangan hacking sekitar 99% yang  menggunakan metode Keylogger.</p>
<p>Untuk  penggunaanya,cukup mudah,setelah diinstall,secara otomatis dia  akan  bekerja sebagai Add-On di browser anda dan akan melindungi anda  dari  script-script berbahaya seperti keylogger,yang bisa saja mencuri  data  username anda.</p>
<p>silahkan download : <a rel="nofollow" href="http://www.4shared.com/account/file/199248134/19373862/KeyScrambker_anitikeylog.html" target="_blank">http://www.4shared.com/account/file/199248134/19373862/KeyScrambker_anitikeylog.html</a></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/satusolusi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/satusolusi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/satusolusi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/satusolusi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/satusolusi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/satusolusi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/satusolusi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/satusolusi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/satusolusi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/satusolusi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/satusolusi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/satusolusi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/satusolusi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/satusolusi.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satusolusi.wordpress.com&amp;blog=13053284&amp;post=24&amp;subd=satusolusi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://satusolusi.wordpress.com/2010/04/16/anti-zynga-poker-hack2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b42db6165c10cb7969b8717b7a0eef3e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">satusolusi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
